Tungku Hidup Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Wongsorejo Banyuwangi Dilalap Api

Kondisi dapur rumah warga Desa/Kecamatan Wongsorejo pasca kebakaran, Kamis (5/9/2024).(blok-a.com/Kuryanto)
Kondisi dapur rumah warga Desa/Kecamatan Wongsorejo pasca kebakaran, Kamis (5/9/2024).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Dapur rumah pembuatan tahu milik Syaiful Arifin (47) warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, ludes terbakar, Rabu (4/9/2024) tengah malam.

Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan pada blok-a.com menjelaskan, menurut keterangan beberapa saksi, awal mula kebakaran diketahui sekira pukul 23.30 WIB.

“Api baru bisa dipadamkan oleh tiga armada Petugas Padam Kebakaran (Damkar) Banyuwangi pada hari Kamis (5/9/2024) sekira jam 01.30 WIB, atau 1 jam pasca awal kebakaran,” terang AKP Eko Darmawan.

Awal mula kebakaran diketahui oleh saksi bernama Joko Santoso (42) yang rumahnya tepat di depan rumah korban. Sebelum terjadinya kebakaran, saksi sedang bekerja membuat batako.

“Pada saat membuat batako, tiba-tiba saksi mendengar bunyi suara ledakan yang berasal dari belakang rumah korban. Setelah didatangi, ternyata di dapur rumah Syaiful Arifin sudah dilalap api,” ungkapnya.

Setelah melihat kejadian tersebut, saksi membangunkan korban dan keluarganya. Kemudian saksi juga mencari bantuan warga sekitar untuk memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya. Serta menghubungi Polsek Wongsorejo dan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyuwangi.

Kurang lebih selama 30 menit, petugas Polsek Wongsorejo bersama warga sekitar bergotong-royong melakukan pemadaman sambil menunggu petugas Damkar.

Selanjutnya setelah tiga armada Damkar Banyuwangi tiba di lokasi kejadian, titik-titik api total dapat dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun pemilik rumah alami kerugian mencapai kurang lebih Rp10 juta.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, penyebab kebakaran diduga dipicu oleh tungku/tumang api bekas pengorengan tahu yang ditinggal istirahat oleh pemilknya ketika masih belum sepenuhnya mati. Sedangkan kondisi lokasi dapur juga terbuka.

“Sehingga akibat tertiup angin, api di tungku menjalar ke barang-barang yang mudah terbakar seperti kayu dan bahan lainya yang berada di dalam dapur tersebut,” pugkas AKP Eko Darmawan. (kur/lio)