Fibroma Oral dan Perawatannya dengan Laser Dioda, Solusi Minim Risiko

Ilustrasi perawatan mulut.(IStock)

Banyuwangi, blok-a.com – Fibroma merupakan salah satu jenis tumor jinak yang sering ditemukan di rongga mulut. Tumor ini terjadi akibat reaksi hiperplastik jaringan penghubung terhadap iritasi lokal atau trauma.

Pertumbuhannya cenderung lambat, membentuk massa yang kuat, dan terkadang terlihat seperti neoplasma.

Berdasarkan lokasinya, fibroma terbagi menjadi peripheral fibroma (pada attached gingiva) dan irritation fibroma atau traumatic fibroma (di luar gingiva).

“Fibroma yang membesar dapat mengganggu fungsi mastikasi dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada pasien,” ujar drg. Sonny Perdana, Sp.Perio dari RSUD Genteng Banyuwangi.

Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya dilakukan prosedur bedah konservatif. Namun, karena rongga mulut sulit dijangkau dan penuh bakteri, teknologi dental laser menjadi salah satu alternatif perawatan yang efektif.

Keunggulan Laser Dioda untuk Pengangkatan Fibroma

Penggunaan laser dioda (980 nm) dipilih karena beberapa keunggulan, seperti kemampuan menghentikan perdarahan (hemostasis), mempercepat penyembuhan, meminimalkan rasa sakit pascaoperasi, serta mengurangi risiko kerusakan jaringan sehat di sekitarnya.

Selain itu, laser ini mampu membunuh bakteri di area pembedahan, sehingga risiko infeksi lebih rendah.

Namun, drg. Sonny mengingatkan pentingnya memperhatikan beberapa hal sebelum prosedur dilakukan.

“Kondisi pasien, keterampilan operator, serta ketelitian sangat berpengaruh pada keberhasilan prosedur,” jelasnya.

Faktor seperti adanya penyakit sistemik (diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung) juga harus dipertimbangkan. Operator harus memastikan sinar laser terfokus sempurna pada area target tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Pengangkatan fibroma oral menggunakan laser adalah prosedur minimal invasif yang mengurangi perdarahan, mempercepat penyembuhan, dan meminimalkan kebutuhan jahitan dibandingkan operasi tradisional.

Selama prosedur, pasien akan diberikan anestesi lokal untuk memastikan kenyamanan. Setelah itu, laser digunakan untuk mengangkat jaringan fibroma secara presisi.

Proses ini juga memungkinkan sterilisasi area pembedahan, yang menurunkan risiko infeksi. Setelah prosedur selesai, pasien akan dijadwalkan untuk kunjungan tindak lanjut guna memantau pemulihan.

Waktu Penyembuhan dan Risiko

Umumnya, penyembuhan setelah prosedur laser berlangsung cepat, yaitu sekitar 7–10 hari.

Meski demikian, regenerasi jaringan sepenuhnya bisa memakan waktu beberapa minggu, tergantung pada ukuran fibroma, kesehatan pasien secara keseluruhan, dan kepatuhan terhadap instruksi pascaoperasi.

Meskipun jarang, komplikasi tetap mungkin terjadi, seperti kerusakan pada jaringan, saraf, atau pembuluh darah di sekitar area lesi. Hal ini dapat memengaruhi fungsi mulut seperti berbicara atau mengunyah, untuk sementara waktu.

Tips Pencegahan Fibroma Oral

Agar terhindar dari fibroma oral, drg. Sonny menyampaikan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Jaga kebersihan mulut: Menyikat gigi secara teratur, membersihkan sela gigi, dan rutin memeriksakan gigi membantu mencegah iritasi.
  2. Hindari produk tembakau: Rokok dan produk tembakau lainnya menjadi salah satu penyebab utama iritasi rongga mulut.
  3. Batasi konsumsi alkohol: Mengurangi alkohol dapat menurunkan risiko terjadinya iritasi kronis.
  4. Gunakan pelindung mulut: Saat berolahraga atau melakukan aktivitas berisiko, gunakan alat pelindung untuk menghindari trauma.
  5. Hindari kebiasaan buruk: Jangan menggigit pipi atau bibir untuk mencegah iritasi kronis yang dapat memicu fibroma.

Dengan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, fibroma oral dapat diatasi tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Teknologi laser pun memberikan harapan baru untuk perawatan yang lebih nyaman dan efektif.(lio)