Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kondisi terkini Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada libur panjang Isra Miraj dan Imlek, Minggu (26/1/2025) (blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Mengantisipasi terjadinya peningkatan jumlah perjalanan wisatawan di momen libur panjang Isra Miraj dan Imlek, penyeberangan Ketapang – Gilimanuk memberlakukan skema pengamanan lalu lintas. Kebijakan ini berlaku mulai Jumat (24/1/2025) hingga Jumat (2/2/2025), diprioritaskan untuk sepeda motor, mobil penumpang, dan bus.

General Manager ASDP Ketapang-Gilimanuk, Yani Andriyanto, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang meningkat signifikan. Pada Sabtu (25/1/2025), sebanyak 40.947 orang menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

“Jumlah ini naik 159 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 15.789 orang,” jelas Yani, Minggu (26/1/2025).

Peningkatan juga terjadi pada kendaraan yang menyeberang ke Bali. Kendaraan roda dua tercatat sebanyak 1.987 unit, naik 98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 1.004 unit. Untuk kendaraan roda empat, jumlahnya mencapai 4.048 unit, meningkat 168 persen dari sebelumnya 1.511 unit.

“Total kendaraan yang menyeberang mencapai 8.318 unit, naik 71 persen dibandingkan periode tahun lalu yang hanya 4.869 unit,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP mengoperasikan 31 kapal dari total 57 kapal yang tersedia, termasuk 54 kapal reguler dan 3 kapal yang masih dalam docking. Pada hari normal, 24 kapal beroperasi selama 24 jam. Namun, saat puncak liburan, jumlah kapal ditingkatkan menjadi 31 unit per hari.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kompol Elang Prasetyo, menjelaskan bahwa sistem penundaan perjalanan atau delaying system akan diterapkan untuk mengatur kendaraan logistik yang tidak menjadi prioritas selama periode tersebut.

Selain itu pihaknya juga sudah memberlakukan prioritas kendaraan roda dua dan roda empat selama momentum libur panjang sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) yang telah ditetapkan.

Beberapa buffer zone (daerah penyangga) disiapkan untuk menampung kendaraan barang yang menuju pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

Buffer zone tersebut meliputi beberapa lokasi strategis, seperti Lapangan Sepak Bola Areba Desa Bangsring, Terminal Sritanjung, area parkir Pelindo Tanjung Wangi, dan Kampung Anyar Desa Ketapang untuk kendaraan dari arah Situbondo. Sementara itu, kendaraan dari arah Jember dapat memanfaatkan ruang parkir di belakang Rumah Makan Warung Ayu dan Dermaga Bulusan.

Kompol Elang Prasetyo menambahkan, pihak kepolisian juga akan melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalan bila terjadi lonjakan kendaraan, serta menyiapkan jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

Di luar Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Tanjung Wangi juga mengoperasikan empat armada dengan rute Banyuwangi-Lembar untuk melayani penumpang.

“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kelancaran dan kenyamanan penumpang dapat terjaga selama periode liburan panjang,” tutup Yani Andriyanto.(kur/lio)