Kemenkes RI Lakukan Supervisi Program Terapi Rumatan Metadona di RSUD Genteng Banyuwangi

dr.Fitria E Briyanti, saat menjelaskan alur kedatangan pasien PTRM, Rabu (20/5/2026) (foto: Dok Humas RSUD)
dr.Fitria E Briyanti, saat menjelaskan alur kedatangan pasien PTRM, Rabu (20/5/2026) (foto: Dok Humas RSUD)

Banyuwangi, Blok-a.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, melaksanakan kegiatan supervisi Program Terapi Rumatan Metadona (PTRM) di RSUD Genteng, Rabu (20/5/2026)

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan PTRM, salah satu layanan rehabilitasi medis bagi penyandang gangguan penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran lintas instansi ini menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat layanan rehabilitasi medis berbasis kesehatan di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Genteng, dr. Sugio, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan supervisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pelayanan rehabilitasi medis.

“Melalui supervisi ini, kami berharap pelayanan PTRM di RSUD Genteng dapat semakin optimal, baik dari sisi kualitas layanan, pendampingan pasien, maupun tata kelola program,” ujarnya.

PTRM merupakan program terapi bagi pasien dengan ketergantungan opioid melalui pemberian metadona secara terukur dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

“Program ini bertujuan mengurangi dampak buruk penggunaan narkoba, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta mendukung proses pemulihan jangka panjang,” imbuh dr. Sugiyo.

Dengan adanya kegiatan supervisi dari Kementerian Kesehatan RI bersama pemerintah daerah ini, diharapkan layanan rehabilitasi medis di RSUD Genteng dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan layanan kesehatan berkelanjutan. (kur/ova)