Banyuwangi, blok-a.com – Jemaah Haji Indonesia, termasuk Kloter 57, 58, 59 dan 60 dari Kabupaten Banyuwangi, melaksanakan mabit (bermalam) di Muzdalifah, Sabtu (15/6/2024) atau 9 Dzulhijjah waktu Arab Saudi (WAS).
Selanjutnya pada pukul 06.05 WAS, mereka akan di berangkatkan dari Muzdalifah menuju Mina, sesuai dengan skema yang ditetapkan.
Hal ini sekaligus menjawab keberhasilan petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Karena seluruh jemaah sudah diberangkatkan ke Mina sebelum Pukul 08.00 pagi.
Kondisi ini berbeda dari pelaksanaan haji 2023 lalu. Saat itu, jemaah haji Indonesia masih di Muzdalifah hingga siang hari.
Informasi tersebut disampaikan Ketua Kloter SUB 58, Jemaah Haji Banyuwangi, Syafaat, pada awak media, yang terus mendampingi proses peribadatan jemaah.
Menurut keterangan Syafaat, kondisi cuaca selama pelaksanaan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) sangat mendukung.
“Tidak seperti cuaca di Makkah yang sangat panas terik, kondisi cuaca di Arafah dan Muzdalifah terasa lebih sejuk, sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah,” kata Syafaat, Minggu (16/6/2024).
“Hingga hari ini, kondisi kesehatan jemaah Haji dari Banyuwangi dalam keadaan baik dan tidak ada kendala yang cukup berarti,” imbuhnya.
Lebih lanjut Syafaat menjelaskan, selama perjalanan di Armuzna, seluruh jemaah telah menjalani rangkaian ibadah dengan baik. Yakni di mulai dengan wukuf di Arafah, lalu bermalam di Muzdalifah.
Selanjutnya, jemaah Haji dari Banyuwangi malakukan persiapan menuju ke Mina, guna melakukan ritual lempar Jumroh.
Lempar jumroh adalah melambangkan penolakan terhadap godaan syetan. Para jemaah akan melempar tujuh batu kerikil ke arah tiga tiang (Jumrah) yang telah ditentukan.
“Setelah itu, seluruh jemaah akan kembali ke Makkah untuk melakukan Thawaf Ifadah di Masjidil Haram,” paparnya.
Nantinya, ritual tersebut juga menandai hampir selesainya pelaksanaan rangkaian ibadah haji yang dilakukan oleh seluruh jemaah.
Menurut Syafaat, pihaknya sangat mengapresiasi kerjasama dan rasa disiplin para jemaah Banyuwangi dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, karena itu sangat berpengaruh pada kelancaran perjalanan.
“Dengan keadaan cuaca yang lebih bersahabat dan kondisi kesehatan jemaah yang prima, diharapkan seluruh rangkaian menjalankan ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar hingga akhir,” harap Syafaat. (kur/lio)






Media Sosial