Situbondo, blok-a.com – Ribuan massa mengatasnamakan Ikatan Masyarakat Anti Korupsi (Imsak) menggelar aksi unjuk rasa mendesak agar KPK RI menangkap Bupati Situbondo, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, Senin (9/9/2024).
Pantauan di lapangan, massa bergerak berasal dari dua sisi arah jalan perempatan. Titik kumpul massa di simpang empat Alun-alun Situbondo.
Para orator melakukan orasi membacakan tuntutan dan aspirasinya agar KPK RI segera menangkap Bupati Situbondo, Karna Suswandi.
Sesampainya di titik kumpul, massa langsung menggelar aneka poster dan pamflet bernada protes dan gugatan.
Aksi unjuk rasa tersebut pun berakhir ricuh. Massa berusaha merangsek maju menuju kantor Pemkab Situbondo dan mendekat di pusat Alun-alun yang diblokade aparat.
Terjadi aksi tendang, pukul, dan saling lempar terjadi antara aparat dan massa pengunjuk rasa.
Sebelumnya, massa melakukan orasi dan yel-yel di sepanjang perempatan jalan Alun-alun.

Massa juga membakar ban bekas dan patung ogoh-ogoh. Namun setelah menjelang petang massa diblokade. Dari situ kericuhan mulai terjadi.
Koordinator aksi Syaiful Bahri menyampaikan, aksi ini adalah aksi jilid II, setelah sebelumnya dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2024.
“Tuntutan kita masih tetap sama. Kita meminta KPK menangkap tersangka Bung Karna,” ujar Syaiful usai orasi dari atas mobil.
Ia menceritakan dalam perjalanan kasus proyek PEN hingga penetapan tersangka oleh KPK kepada Karna Suswandi, tidak luput dari pantauan warga.
Menurutnya, jika KPK tidak bertindak dan tidak massif, maka tak ubahnya KPK sengaja membuat konflik horizontal, dan mengadu domba masyarakat Situbondo.
“Informasi di masyarakat simpang siur. Ada yang meluruskan kabar itu dan ada yang menyesatkan. KPK jelas telah menetapkan jadi tersangka maka kita minta segera ditangkap. Jika tidak maka gelombang massa lebih dahsyat akan datang,” ancamnya.
Menurut informasi yang dihimpun, kasus yang melilit Bung Karna oleh penyidik telah diselesaikan pemeriksaannya.
“Jadi tinggal ditangkap saja. Tolong jangan sampai keliru bahwa penyidikan dan penyelidikan sudah dilalui dan sudah penetapan tersangka. Maka tersangka harus ditangkap, kenapa? Karena korupsi dilakukan sejak 2021-2024. Maka ketika bupati tak disentuh kemungkinan menghilangkan bukti dan mengulangi kejahatan serupa,” sergahnya.
Estimasi massa pendemo, jika dalam seminggu ini, KPK memerlukan waktu untuk melihat aset-aset yang ada untuk disita.
Saat ditanya soal perampasan aset, dia menyebut dari informasi di internal KPK, sudah ada 21 aset disita.
“Namun tadi malam saya sudah dapat Informasi ada 50 aset yang sudah disita,” terangnya.
Sejumlah massa warga pendemo terlihat marah saat aparat berusaha menghalau massa dan memblokade.
Namun Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, sigap dan bisa mengendalikan situasi.
Warga yang terkena pukul atau lemparan massa dievakuasi dan diamankan.
“Warga yang jadi korban kita upayakan pemulihan kesehatannya,” tega AKBP Rezi.
Meski begitu, tidak ada kelumpuhan arus lalu lintas di sepanjang Pantura sebagai dampak aksi unjuk rasa ini.
“Tidak ada jalur yang lumpuh karena dari timur ke arah Surabaya sudah kita alihkan begitu sebaliknya,” ujarnya.(rul/kim/lio)






Media Sosial