Kota Malang, blok-a.com – Baru-baru saja viral video menampilkan kericuhan di area depan Masjid Agung Kota Malang. Karena sekelompok pemuda diduga menyalakan mercon hingga mengganggu para jemaah yang sedang iktikaf dan salat malam.
Qomariyah, penjaga toilet Alun-Alun Merdeka yang berada di sekitar lokasi kejadian. Menceritakan bahwa pelaku yang menyalakan mercon itu adalah sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 30 orang.
“Semuanya masih kecil-kecil, tidak ada yang dewasa. Mungkin seumuran SD-SMP-SMA dan hampir setiap hari mainan mercon itu, mas,” jelasnya saat dikonfirmasi Blok-a.com pada Jumat (5/4/2024).
Lebih meresahkan lagi, anak-anak merconan di Alun-Alun tidak hanya ini menyalakannya di area kosong. Tapi, mereka pun kerap melemparkan petasannya itu ke arah pengunjung Alun-alun lainnya.
“Dilempar, Mas. Dilempar ke orang-orang. Apalagi kalau ada lawan jenis yang sedang kumpul-kumpul begitu, biasanya diganggui sampai teriak-teriak,” kata Qomariyah.
Ia bahkan mengatakan, ada beberapa kesempatan mercon-mercon itu dilemparkan ke anak kecil tanpa rasa bersalah.
“Walaupun merconnya kecil, tapi kalau kena kan sakit. Itu dilempar ke anak-anak kecil yang mainan di sini, padahal ada orang tuanya. Kalau dikejar bapaknya itu mereka lari semburat, tapi nanti balik lagi,” katanya.

Qomariyah juga mengatakan bahwa petugas Satpol PP dan kepolisian yang ada di lokasi sudah sering membubarkan kelompok itu. Tapi mereka seperti tak pernah kapok, selalu kembali lagi untuk melakukan hal yang sama.
“Satpol PP sama polisi sudah sering memperingatkan bahkan sampai dikejar, tapi ya begitu. Lari menyebar ke berbagai arah. Ke Ramayana, ke Mitra, sampai masuk kampung juga. Kalau ada yang tertangkap lalu dihukum, mereka kapok lombok. Besoknya tidak kumpul, tapi selang sehari-dua hari balik lagi,” tutur Qomariyah.
Ia sendiri mengatakan pernah mendapatkan pengalaman tidak mengenakkan terkait kelompok yang bermain mercon itu.
“Saya sedang tidur, tiba-tiba dilempar mercon di samping saya. Saya kaget, bangun, saya kejar mereka pakai pentungan. Eh, malah meledek,” katanya.
Ia mengatakan, baru di Ramadan tahun ini kelompok itu muncul. Tapi mereka sudah ‘beroperasi’ sejak awal Ramadan.
“Baru tahun ini ada seperti ini, jengkel saya. Sejak awal Ramadan, lho, mas. Biasanya itu pas jam-jam tarawih, ya pas orang-orang sholat itu dinyalakan merconnya. Memang mau ‘njarak’ mereka,” terangnya dengan nada jengkel.
Ia berharap kelompok yang meresahkan itu dapat segera diatasi, mengingat sakralnya 10 malam terakhir Ramadan ini.
“Pas shalat malam itu mereka lebih ‘gunggungan’, dinyalakan yang besar-besar. Semoga bisa diusir saja atau ditindak biar jera. 10 Malam terakhir kan lailatul qadar, ya, jadi sakral sekali,” kata Qomariyah. (art/gni)






Media Sosial