Bocah Umur 8 Tahun Tertabrak Kereta Api di Sempu Banyuwangi, Luka Robek di Kepala

Korban AH, bocah usia 8 tahun yang tertemper KA Wijaya Kusuma saat dievakuasi di RSUD Genteng, Rabu (04/11/2026)(foto: blok-a.com/Kuryanto)
Korban AH, bocah usia 8 tahun yang tertemper KA Wijaya Kusuma saat dievakuasi di RSUD Genteng, Rabu (04/11/2026)(foto: blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Seorang bocah berinisial AH (8), tertabrak Kereta Api Wijaya Kusuma di wilayah Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Beruntung korban selamat setelah tertolong warga meski alami luka robek di kepala.

Kecelakaan terjadi di Km 58, di titik yang bukan perlintasan sebidang berpalang pintu. Saat KA Wijaya Kusuma relasi Ketapang – Cilacap yang dikemudikan masinis Dwi Sugiheriyanto dan asisten masinis Achmad Alfiyan melintas di jalur tersebut.

Kapolsek Sempu, AKP Satrio, mengatakan kejadian itu pertama kali diketahui warga sekitar setelah mendengar bunyi bel kereta yang sangat nyaring.

“Salah seorang warga setempat, Suharto (60), mengaku sempat mendengar suara bel kereta api yang berbunyi nyaring dari dalam rumahnya. Didorong rasa penasaran karena kereta kemudian berhenti mendadak, ia langsung keluar untuk memeriksa keadaan,” jelas AKP Satrio mengutip keterangan saksi.

Saksi kemudian menemukan korban dalam posisi tertelungkup di sisi utara rel. Saat diperiksa warga dan perangkat desa, korban masih bernapas dan sempat batuk.

Warga bersama perangkat desa segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans Desa Temuasri dan membawanya ke RSUD Genteng untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka robek 10 sentimeter di dahi kanan dan luka robek 5 sentimeter di kepala bagian belakang sebelah kanan.

“Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” pungkasnya. (Kur)

Jurnalis Umum blok-a.com yang fokus di berbagai isu, seputar politik, hukum, kriminal, sosial, bencana, dan berbagai kegiatan masyarakat yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi.