Rekom DPP Golkar Jatuh ke Bapaslon Mas Rio-Ulfi, Ketua DPD Situbondo Kaget

Ketua DPD Partai Golkar Situbondo, Rahmad, saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Ketua DPD Partai Golkar Situbondo, Rahmad, saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Situbondo, blok-a.com – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Situbondo tercengang mengingat rekomendasi DPP Golkar jatuh ke pasangan lain, Masrio.

Rahmad, Ketua DPD Partai Golkar Situbondo, menjelaskan kronologi sehingga DPP Partai Golkar menjatuhkan rekomendasinya kepada pasangan calon bupati Masrio-Mbak Ulfi.

Rahmad kaget karena sejak awal rekomendasi dari bawah disampaikan ke atas sudah melalui mekanisme yang benar jatuhnya kepada Bung Karna-Nyai Khoirani.

“Kita mengusung Pak Karna ini melalui tahapan yang sudah ditetapkan oleh DPP, Mulai dari jaring aspirasi bulan Juni 2023 dan Agustus, sementara di Bulan September itu namanya kita sampaikan ke provinsi dan DPP,” sergahnya, Rabu (28/8/2024).

Ia menceritakan, pada November 2023 terbit surat tugas untuk pasangan Karunia sebagai calon bupati.

Lalu Partai Golkar mengadakan Rakor, tanggal 4 Mei 2024 dan tetap pada pasangan Karna Suwandi dan Nyai Khoirani.

“Melalui survei pada bulan Juni, hasilnya bahwa elektabilitas tinggi. Dan pada tanggal 24 Juli 2024, melalui surat keputusan nomor 694-VII yang ditandatangani oleh Ketua Airlangga Hartarto dan Sekjen DPP Golkar Situbondo,” ujar Rahmad.

Pengesahan pasangan calon telah disampaikan ke DPP Golkar, 24 Juli 2024 bersama Heroe Soegiharto anggota dewan terpilih mengantar ke KPU Situbondo.

Saat mengantar Paslon Karunia ke KPU persetujuan parpol B1-KWK belum keluar, Sehingga tidak ada data apapun yang disubmit partai Golkar.

“Saat usai mengantar kami dapat informasi melalui Plt Sekertaris DPD Golkar Provinsi kalau B-1.KWK untuk Balon Situbondo adalah bukan Paslon Karunia,” jelasnya.

“Saya dengan Pak Heru tidak tandatangan apapun di KPU, karena belum ada B1KWKnya. Begitu selesai itulah Plt Sekretaris jika B1KWK pukul 16.00 WIB tiba di Surabaya,” bebernya.

Dia tegas mengatakan alasan mengusung Bacalon yang direkom DPP karena tunduk keputusan partai.

“Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus melaksanakan ketentuan DPP Golkar,” ujarnya.(rul/kim)