blok-a.com – Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan julukan “Sunrise of Java.” Ini karena wilayah tersebut menawarkan berbagai destinasi wisata yang eksotis dan pengalaman traveling yang menakjubkan.
Jika Anda adalah pecinta wisata alam, pantai berpasir putih, pegunungan dengan kawah aktif, taman nasional ala Afrika, Banyuwangi adalah pilihan yang tepat.
Ini dia 11 tempat wisata di Banyuwangi yang paling populer dan sedang hits!
1. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran, yang sering dijuluki sebagai “Little Africa Van Java,” adalah salah satu destinasi wisata primadona di Banyuwangi. Terletak di ujung timur Pulau Jawa, taman nasional ini memiliki luas sekitar 25.000 hektar, sebagian besar terdiri dari sabana terbuka.
Destinasi ini adalah rumah bagi keanekaragaman flora dan fauna, termasuk banteng, rusa, monyet, dan berbagai spesies burung. Anda juga dapat menemukan peninggalan sejarah berupa Goa Jepang di pintu masuk taman.
Taman ini menawarkan berbagai ekosistem, seperti hutan Evergreen, Padang Savana Bekol, dan pantai-pantai cantik seperti Pantai Bama, Baluran, dan Bilik.
Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, Baluran menjadi pilihan wisata alam yang menarik bagi para pengunjung.
Untuk tiket masuk Rp20.000 dan buka setiap hari mulai pukul 07.30 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB.
2. Kawah Ijen

Kawah Ijen merupakan salah satu tempat wisata di Banyuwangi yang terkenal dengan fenomena “blue fire,” yang hanya ada dua di dunia.
Terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, kawah ini menawarkan pemandangan alam yang unik dan memesona.
Perjalanan menuju kawah membutuhkan persiapan fisik yang cukup karena pengunjung harus mendaki selama 2 hingga 4 jam.
Selama pendakian, wisatawan juga dapat bertemu dengan para penambang belerang yang menawarkan jasa transportasi dengan troli pengangkut belerang.
Untuk tarif jasa transportasi pakai pengangkut belerang, jika naik dikenai ongkos Rp1 juta dan turun Rp500 ribu, atau sekitar Rp1,5 juta untuk perjalanan naik turun.
Jika ingin menempuh jalur mendaki, untuk kenyamanan disarankan menginap di sekitar kaki Gunung Ijen sebelum melakukan pendakian.
Tiket masuk Kawah Ijen seharga sekitar Rp5.000 pada hari biasa dan Rp7.500 pada akhir pekan. Bisa dibeli secara online melalui situs resmi BBKSDA Jatim.
3. Pantai Boom

Pantai Boom adalah salah satu pantai paling hits di Banyuwangi, berlokasi di Desa Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi.
Tidak hanya menyuguhkan panorama khas pantai, tetapi juga menawarkan pemandangan gunung dan keindahan alam lainnya. Pantai ini ditata dengan sangat rapi dengan kursi pantai yang berjajar rapi dan berbagai spot foto yang menarik.
Selain destinasi wisata, Pantai Boom juga menjadi lokasi untuk acara-acara besar, seperti pertunjukan Sendratari Gandrung Sewu dan pagelaran jazz pantai.
Tiket masuk ke Pantai Boom Marina terbilang sangat terjangkau. Hanya dengan membayar Rp5.000 per orang untuk pembayaran non-tunai atau Rp7.500 per orang untuk pembayaran tunai.
Anda dapat mengunjungi Pantai Boom buka setiap hari antara pukul 05.00-21.00 WIB
4. Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah terletak di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi Selatan.
Dikenal karena bukit kecil di dekat pantai yang berwarna hijau dengan tanah kemerahan, pantai ini menawarkan pengalaman unik saat air laut surut, memungkinkan pengunjung berjalan kaki ke bukit tersebut.
Daya tarik pantai ini semakin bertambah dengan pasir putih dan ombak yang ideal untuk berselancar.
Pantai Pulau Merah menjadi pilihan sempurna untuk menikmati keindahan sunset atau bersantai di malam hari di bawah bintang-bintang.
Anda dapat berkunjung ke sini setiap saat, karena buka selama 24 jam, dengan tiket masuk hanya Rp10.000 per orang.
5. Hutan De Djawatan

Bagi Anda yang mencari suasana alami, Hutan De Djawatan adalah tempat wisata di Banyuwangi barat yang wajib dikunjungi. Banyak yang menyamakan suasana hutan ini dengan hutan dalam film “The Lord of The Rings.”
Hutan ini terkenal dengan pohon-pohon besar berbentuk kanopi yang memberikan kesan magis. Selain menikmati suasana hutan, pengunjung dapat menaiki delman, menunggangi kuda, atau mengikuti konser musik kecil yang sering diadakan di sini.
Hutan De Djawatan buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan tiket masuk Rp.7.500 per orang.
6. Teluk Ijo (Green Bay)

Terletak di Dusun Krajan, Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Teluk Ijo menawarkan pemandangan pantai dengan tiga gradasi warna yang indah.
Di sini, pengunjung bisa merasakan lembutnya pasir pantai, serta segarnya air terjun yang mengalir langsung ke laut.
Akses menuju Teluk Ijo cukup menantang, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 1 km dari jalan utama. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua. Namun, usaha tersebut akan terbayar lunas oleh keindahan alam yang ditawarkan.
Dengan membayar tiket masuk sekitar Rp7.500 per orang, Anda bisa menikmati suasana pantai yang jauh dari perkotaan.
7. Pulau Tabuhan

Tempat wisata di Banyuwangi yang satu ini cocok bagi Anda yang mencari ketenangan.
Pulau Tabuhan adalah pulau kecil tak berpenghuni di Selat Bali dengan luas sekitar lima hektare.
Terkenal dengan pasir putih dan air laut yang jernih, cocok untuk aktivitas seperti kitesurfing, windsurfing, snorkeling, dan berkemah.
Pulau Tabuhan berjarak 3 km dari daratan yang rata-rata bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan perahu nelayan.
Untuk memasukinya tidak dikenakan biaya, tetapi untuk ke sana Anda perlu menyeberang dengan menyewa perahu nelayan dari Pantai Grand Watu Dodol, Bangsring Underwater, atau Pantai Kampe.
Biayanya sekitar Rp600.000 per perahu untuk maksimal 10 orang. Tidak ada jam buka tertentu di Pulau Tabuhan, tetapi pengunjung biasanya datang antara pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
8. Bangsring Underwater

Bangsring Underwater adalah surga bagi pecinta olahraga air. Terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, tempat wisata ini menawarkan berbagai aktivitas, seperti berenang dengan ikan hiu, snorkeling, diving, banana boat, dan bola air.
Bangsring Underwater juga merupakan pusat konservasi biota laut dengan rumah apung sebagai fasilitas utama. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 16.00 dengan tiket masuk cukup terjangkau, yakni Rp5.000 per orang.
9. Pancoran Waterpark

Selain wisata alam yang ada di Banyuwangi, ada pula lokasi yang tepat untuk liburan bersama keluarga, yaitu Pancoran Waterpark.
Lokasi Pancoran Waterpark berada di Desa Karang Bendo, Kecamatan Rogojampi. Menawarkan berbagai jenis kolam, mulai dari kolam anak-anak hingga kolam dewasa dengan seluncuran super tinggi.
Fasilitas seperti gazebo untuk beristirahat dan makan setelah bermain air juga tersedia.
Untuk jam operasionalnya pukul 08.00-16.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp25.000.
10. Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo adalah sebuah taman nasional yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa. Tepatnya di wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.
Kawasan konservasi ini dikenal dengan keanekaragaman ekosistemnya. Mulai dari pantai yang memesona, hutan bakau yang rimbun, hutan bambu, hutan tanaman, hingga savana buatan yang luas.
Untuk mencapai Taman Nasional Alas Purwo, pengunjung hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari pusat Kabupaten Banyuwangi. Tiket masuk ke taman nasional ini sangat terjangkau, hanya sekitar Rp5.000 per orang dan buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai 4 sore waktu setempat.
11. Pantai Plengkung (G-Land)

Pantai Plengkung, atau yang lebih dikenal dengan sebutan G-Land, adalah surga bagi para peselancar. Terletak di Taman Nasional Alas Purwo, pantai ini diakui sebagai salah satu spot selancar terbaik di Asia Tenggara dan termasuk dalam tujuh spot terbaik di dunia.
Ombak di Pantai Plengkung terkenal besar dan konsisten, merupakan hasil pengaruh arus Antartika yang terbawa oleh Samudera Hindia.
Bagi pengunjung yang bukan peselancar, masih banyak aktivitas menarik lain yang bisa dilakukan, seperti menikmati matahari terbenam, bersepeda, snorkeling, memancing, atau sekadar berjemur di pantai.
Anda bebas mengunjungi Pantai Plengkung kapan saja karena tidak ada jam buka tertentu. Tiket masuk hanya dikenakan jika Anda masuk melalui Taman Nasional Alas Purwo.
Penulis: Zulkaria (Mahasiswa Magang dari STMIK PPKIA Pradnya Paramita/STIMATA)






Media Sosial