Kisah Sukses Pelaku UMKM di Rogojampi Banyuwangi: Hasilkan Omzet Ratusan Juta – Pekerjakan ODGJ

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi pelaku usaha kue kacang rumahan di Kecamatan Rogojampi, Jumat (5/7/2024).(blok-a.com/Kuryanto)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi pelaku usaha kue kacang rumahan di Kecamatan Rogojampi, Jumat (5/7/2024).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Jamilah, seorang pelaku UMKM kue kacang di Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, mampu menghasilkan omzet hingga Rp200 juta per bulan.

Usaha kue kacang yang ditekuninya selama 24 tahun tersebut, saat ini dijalankan bersama 35 orang pekerja yang didominasi ibu-ibu.

Uniknya lagi, di antara para pekerjanya, terdapat satu karyawan ODGJ yang menjadi bagian dari program Teropong Jiwa. Sebuah inisiatif Pemkab Banyuwangi untuk membantu ODGJ mendapatkan keterampilan dan aktivitas produktif.

Pasien ODGJ tersebut telah bekerja selama tiga tahun di bawah asuhan Jamilah. Dia membantu berbagai proses pembuatan kue, mulai dari menyangrai kacang, membuat adonan, mencetak kue, hingga mengemasnya.

“Alhamdulillah dia bisa mengerjakan mencetak kue. Tapi saya tidak paksakan dia untuk bekerja terus seperti yang lainnya. Sesuai kemampuannya saja, yang penting bisa belajar mandiri,” ucap Jamilah, Jumat (5/7/2024).

Usaha kue kacang Jamilah ini pun juga mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Saat mengunjungi usahanya. Bupati Ipuk menyampaikan rasa salutnya atas dedikasi Jamilah dalam membantu ODGJ.

“Salut untuk Ibu Jamilah mau menjadi orang tua asuh pasien ODGJ. Tentu ini butuh keberanian dan kesabaran tersendiri. Semoga ini menjadi ladang ibadah, dan membuat usaha Ibu Jamilah semakin berkah dan berkembang,” ujar Ipuk Fiestiandani.

Dari keterangan yang diperoleh blok-a.com, awalnya Jamilah memasarkan kue kacang tersebut sendiri secara kecil-kecilan.

Setelah berkembang, kini dia mampu memproduksi hingga 12.000 bungkus kue setiap hari dengan harga Rp1.000 per bungkus.

Kue kacang buatan Jamilah bukan hanya melayani untuk masyarakat lokal, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah, seperti Surabaya, Madura, dan Bali.

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras dan kegigihan Jamilah, serta dukungan dari keluarga dan berbagai pihak. (kur/lio)