Pemerintah Arab Saudi Distribusikan Kartu Nusuk Bagi Jamaah Haji Banyuwangi

Ketua Maktab 26 secara simbolis serahkan kartu Nusuk pada ketua kloter Sub-58, Syafaat, Senin (10/6/2024). (Dok. Kantor Kemenag Banyuwangi)
Ketua Maktab 26 secara simbolis serahkan kartu Nusuk pada ketua kloter Sub-58, Syafaat, Senin (10/6/2024). (Dok. Kantor Kemenag Banyuwangi)

Banyuwangi, blok-a.com – Pemerintah Arab Saudi sejak Sabtu (8/6/2024) mendistribusikan Kartu Nusuk kepada jamaah haji asal Kabupaten Banyuwangi, sebagai kartu identitas resmi.

Proses penditribusian dilakukan melalui Pengurus Maktab masing-masing kelompok.

Seperti diketahui, jamaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam kloter SUB-58 dan SUB-59 berada di bawah Maktab 26. Sementara, kloter SUB-60 di bawah Maktab 28 dan kloter SUB-57 di bawah Maktab 44.

Ketua Maktab 26 secara simbolis mengalungkan Kartu Nusuk kepada Ketua Kloter SUB-58, Syafaat di loby Bilal Hotel Misfalah Saudi Arabia.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan Kartu Nusuk untuk Kloter SUB-58 dan SUB-59 untuk kemudian diserahkan kepada semua jamaah.

Fungsi kartu identitas tersebut untuk diizinkannya jamaah haji memasuki kawasan Arafah, Muzdalifah, Mina di musim haji serta memasuki Masjidil Haram.

“Kartu identitas ini penting bagi jamaah haji karena digunakan sebagai izin untuk memasuki kawasan-kawasan suci seperti Arafah, Muzdalifah, Mina, serta Masjidil Haram selama musim haji,” kata Syafaat.

Menurutnya, Kartu Nusuk merupakan inovasi terbaru dari pemerintah Arab Saudi yang dirancang untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan jamaah haji.

Dengan teknologi canggih yang terintegrasi, kartu pintar ini juga bertujuan mencegah masuknya jamaah ilegal selama pelaksanaan ibadah haji.

Syafaat juga mengingatkan bahwa pemeriksaan identitas kepada jamaah semakin ketat.

Selanjutnya Syafaat juga mengimbau, agar seluruh jamaah untuk selalu membawa identitas mereka kemanapun pergi.

“Pemeriksaan identitas yang dilakukan oleh Petugas Pemerintah Arab Saudi akan dilakukan sampai di lobi hotel,” tegasnya.

Selain itu, pemeriksaan juga diperketat di jalan-jalan yang memasuki Kota Makkah guna melakukan penertiban Jemaah Haji yang tidak menggunakan visa haji.

Untuk itu, Syafaat mengimbau kepada seluruh jamaah haji dari Kabupaten Banyuwangi agar tidak keluar dari Kota Makkah selama masa haji.

“Untuk umroh, dapat mengambil miqat dari Tan’im dan tidak disarankan mengambil miqat di luar kota Makkah,” paparnya.

Perlu diketahui, distribusi Kartu Nusuk merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi untuk meningkatkan manajemen dan layanan haji.

Memastikan keamanan dan memberikan kenyamanan yang maksimal bagi semua jamaah haji yang datang ke tanah suci.

Dengan penerapan teknologi canggih ini, diharapkan para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan lancar tanpa adanya gangguan administratif.(kur/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?