Warga Kabat Geger Temukan Jenazah Lansia di Bantaran Sungai Sedalam 4 Meter

Petugas medis saat memeriksa jenazah Masidah, lansia berusia 73 tahun yang ditemukan tewas diatas cor-coran bantaran sungai, area Perum GDI, Kabat Banyuwangi (Foto: dok Polsek Kabat untuk blok-a.com)
Petugas medis saat memeriksa jenazah Masidah, lansia berusia 73 tahun yang ditemukan tewas diatas cor-coran bantaran sungai, area Perum GDI, Kabat Banyuwangi (Foto: dok Polsek Kabat untuk blok-a.com)

Banyuwangi, Blok-a.com – Sungguh tragis akhir hidup Masidah alias Wiji (73), warga Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Perempuan lansia yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, pada hari Kamis (13/08/2026) sekitar pukul 10.45 WIB, ditemukan tewas di area Perum Griya Dadapan Indah (GDI).

Kapolsek Kabat, AKP Badrodin Hidayat mengungkapkan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak tidak bernyawa di atas cor-coran sebuah tanah kosong di bantaran sungai.

“Korban ditemukan di atas dasar cor-coran sebuah tanah kosong di bantaran sungai, dengan kondisi tanah miring/menurun sedalam sekitar 4 meter, dengan lereng bebatuan terjal,” jelasnya kepada blok-a.com, pad Jum’at sore (14/08/2026)

Lokasi penemuan tepatnya di timur Megji Futsal area Perum Griya Dadapan Indah (GDI). Informasi penemuan pertama kali disampaikan warga bernama AN (42) melalui layanan 110 ke Polsek Kabat.

Begitu menerima laporan, petugas bersama Tim Medis Puskesmas Kabat, Tim Inafis Satreskrim Polresta Banyuwangi, dan Perangkat Desa Dadapan langsung menuju lokasi.

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis dan Tim Medis, korban dalam kondisi tidak bernyawa. Pada tubuh korban terdapat luka robek di bagian tulang kering kaki kiri depan. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” imbuhnya.

AKP Badrodin Hidayat menambahkan, dugaan awal korban terpeleset saat beraktivitas. Tulang kering kaki kiri korban kemungkinan membentur ujung bongkahan cor sehingga menyebabkan pendarahan.

Berdasarkan keterangan warga dan keluarga, korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai pemulung di area Perum GDI.

“Dua saksi yang dimintai keterangan, YSP (69) dan MT (34), membenarkan bahwa korban sering melintas di lokasi tersebut untuk mencari barang bekas,” bebernya.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas. Keluarga juga membuat surat pernyataan menolak dilakukannya otopsi terhadap jenazah almarhumah.

“Tindakan polisi usai lakukan olah TKP, selanjutnya evakuasi jenazah ke rumah duka untuk disemayamkan,” pungkas Kapolsek Kabat. (Kur)

Jurnalis Umum blok-a.com yang fokus di berbagai isu, seputar politik, hukum, kriminal, sosial, bencana, dan berbagai kegiatan masyarakat yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi.